Berjuta Kenangan di Estoril

2020-09-14T04:42:01+02:00September 10th, 2020|12 Hours of Estoril, 2019-2020|

Sirkuit Estoril yang terletak dekat Lisboa akan menjadi tuan rumah balapan final FIM EWC musim 2019-2020 pada Sabtu, 26 September di bawah nama 12 Jam Estoril. Endurance World Championship terakhir kali mengaspal di sana tahun 2000. Namun, beberapa mantan penunggang Moto2 dan Moto3 yang kini membalap di EWC memiliki beragam kenangan di sirkuit yang terakhir kali menjadi tuan rumah MotoGP pada 2012 tersebut.

Mike di Meglio – F.C.C. TSR Honda France (Rider Moto2 di 2012)
“Untuk membalap di trek Estoril butuh banyak perhitungan. Ada beberapa titik yang dapat Anda manfaatkan untuk meningkatkan kinerja dan strategi pada bahagian sirkuit yang cepat dan lambat. Aksi menyalip akan susah di sirkuit ini. Saya suka balapan di sini kerana ada ritme yang dapat dinikmati sehingga pengendara tidak akan pernah bosan. ”

Louis Rossi – ERC Endurance Ducati (Rider Moto3 di 2012)
“Saya mempunyai banyak kenangan di Estoril. Sirkuit ini adalah sirkuit pertama saya balapan GP 125 di bawah bendera Perancis tahun 2007. Saya membalap di Moto3 kompilasi lomba terakhir di sana tahun 2012. Ada beberapa titik trek yang sangat menantang dan butuh perhitungan matang, seperti chicane menanjak yang . Tikungan sebelum lintasan lurus utama adalah salah satu tikungan tercepat di sirkuit ini. Kami boleh haji habis-habisan di Moto3, kalau tidak di atas motor 1000 cc tentu ada tantangan tersendiri. Saya yakin balapan kali ini akan sangat seru. ”

Xavier Simeon – Suzuki Endurance Racing Team (Rider Moto2 di 2012)
“Sirkuitnya fizikal yang prima dan mempunyai beberapa tikungan sempit, cepat, dan yang butuh pengereman super. Dulu saya menikmati balapan di sini, tambahan untuk balapan ketahanan sepertinya akan lebih menantang. ”

Gino Rea – Wójcik Racing Team (Rider Moto2 di 2012)
“Saya belum membalap di Estoril sejak 2012, jadi rasanya akan seperti sirkuit baru bagi saya, apalagi di atas satu superbike! Tapi saya menantikannya kerana treknya sangat unik dan penuh jebakan seperti tikungan cepat dan lambat yang hanya terpaut jarak beberapa meter saja! Poin penting untuk sukses di sirkuit ini adalah memiliki motor mudah dikendalikan dan mampu melaju sehalus mungkin selama 12 jam kerana sirkuit ini sangat memerlukan fizikal pengendara. Saya rasa seru juga dapat membalap di sirkuit di mana tim-tim EWC tidak mempunyai banyak pengalaman, semuanya tidak mau harus meraba-raba langkah apa saja yang perlu diambil. Saya yakin kami akan sangat menikmati balapannya! ”

Roberto Rolfo – Moto Ain (Rider Moto2 di 2012)
“Saya suka Estoril kerana trek ini memiliki tikungan cepat dan lambat ala trek masa lampau. Balapan pertama saya di kelas 250 cc tahun 2001 diselenggarakan di sini, dan juga tahun terakhir saya di Moto2 pada 2012. Layoutnya belum berubah, masih ada tikungan yang sangat lambat, yang sebenarnya agak hubungan, sebenarnya untuk rider sangat ter menikmatin. ditonton dari tribun atau TV. Saya juga suka suasananya. Saya kerasan di Portugal kerana ada hamparan bukit hijau dekat mata melihat yang menentramkan hati saya agar saya lebih mudah fokus untuk mempersiapkan balapan final. Saya senang dapat kembali membalap di Estoril. ”